Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Kamu...

Kamu.. Bagai embun yang selalu hadir dan menyejukan pagi hari… sama seperti mu yang selalu hadir dalam keseharianku… Bagai mentari yang selalu menyinari jagad raya.. sama seperti mu yang hadir   menyinari hatiku yang gelap gulita.. Kemanakah dirimu .. aku seperti bunga yang tak bisa hidup tanpa air , jika tanpamu.. aku selalu menginginkanmu berada disisiku.. meluangkan waktu untukku dan menikmati senja bersama.. Sekarang aku.. Berdiri sendiri memandangmu dari kejauhan.. melihatmu menggandeng tangannya.. seperti beribu ribu duri yang menusuk hatiku.. perih.. Tak ada lagi ruang dihatimu untukku.. Kenangan kita,biarlah waktu yang menggerogotinya. Untuk mu cukuplah bahagia..

Dibalik Kekuranganku

Fajar baru saja beranjak pergi , membawa serta langit subuh yang gelap. Mendatangkan matahari yang tak bosan- bosannya menampakkan diri dipagi hari. Terdengar alunan nada ayam berkokok yang membuat orang- orang terbangun dari tidur lelapnya. Aku segera beranjak dari tempat tidurku disertai dengan teman sejatiku yang selalu menemani hari- hari yang ku lewati , sepasang tongkat kayu yang selalu membantuku untuk berdiri tegak dan menjalani hari hariku. Namaku Setyo, Aku dilahirkan tanpa sepasang kaki . Aku terlahir di keluarga yang ekonominya pas pasan. Ayahku seorang kuli yang kerjanyapun tak pasti , jika ada yang memanggilnya untuk bekerja Beliau segera bergegas seolah tak ingin kehilangan kesempatan itu.   Dan, Ibuku hanya seorang buruh cuci sama seperti Ayahku yang bekerja jika hanya ada panggilan saja dari orang yang membutuhkan jasanya.   Mereka selalu mencari uang tambahan untuk biayaku sekolah. Aku sangat bangga memiliki orang tua seperti mereka yang tidak pernah ...

Semuanya Masih Tentangmu

Semuanya masih tentang kamu… Rindu yang tak pernah terbalas.. Peluk yang berbalas sepi.. Hanya bayangmu yang hadir menemaniku. Selalu tentang kamu… Suaramu yang selalu membiusku Gesture mu yang tak pernah lepas dari pandanganku Genggaman   tanganmu yang menguatkanku Kini kau jauh.. Masih tentangmu. . Percayakah kamu disini aku masih ingin bersamamu menikmati setiap detik detik yang kita lewati menikmati hangatnya peluk kasih sayangmu menikmati indahnya tatapan matamu..   Terbiasakah kamu tanpa ku? Disini aku masih membutuhkanmu..

Berawal dari Kemauan

  Jam beker berdering , jam menunjukan pukul 06.00 pagi , aku bergegas untuk bersiap pergi ke sekolah . hari ini adalah hari pertama   masuk sekolah baruku , aku adalah murid pindahan dari luar kota , karena ayahku pindah tugas maka aku dan keluarga pun harus ikut pindah. Ayahku adalah seorang Seniman yang sangat berbakat dibidang seni , Aku sangat kagum pada beliau . Beliaulah yang mengajarkanku alat musik dan mengenalkanku pada budaya budaya di negeri tercinta ini . Awalnya aku tak berminat pada seni , aku menganggap seni itu membosankan , tetapi saat aku melihat ayah mendapat banyak penghargaan karena hasil karyanya , disitulah aku mulai tertarik pada seni , bahkan sekarang seni itu bagaikan darah yang mengalir dalam tubuhku. Aku membayangkan sekolah baruku itu pasti mempunyai banyak alat music, karena memang sekolah ini sangat lengkap fasilitasnya .   Krek bunyi pintu kamarku yang dibuka oleh ayah. “Ayo nak bersiap , sebentar lagi Ayah akan pergi,Ayah akan m...