Takan Selalu Ada



Aku terbangun,
Dan semua terasa sangat gelap. Pujaan hati yang biasanya tiap pagi mengirimkan pesan singkat , kini telah pergi. Pagi ini yang kutemukan hanyalah hampa seolah sudah tidak ada lagi oksigen yang dapat ku hirup, yang membuat pagi hari ini terasa mati.
Aku berdiri,
Dan aku sadar bahwa kini aku benar benar sendiri. Tidak ada lagi bayangmu yang memberikan semangat untuk menjalani hari hariku. Dan ketika aku mulai bosan berdiri sendiri, aku berjalan kesana kemari bagai orang yang tak pasti. Mengamati benda benda pemberianmu, yang setiap benda itu memiliki kisah nya sendiri sendiri. Tentu saja , kisah itu antara kau dan aku.
Di depan jendela,
Kutengok keluar ternyata hujan turun dengan derasnya , mungkin itu alasan lain mengapa  aku sangat merasa dingin selain karena aku merindu mu. Kumainkan jari telunjuk ku di kaca yang berembun, kutulis namamu tapi sejenak kemudian menghilang. Kasih , aku sangat merindukanmu. Mengharapkan mu berada disini , saat ini , tentu itu tak lebih dari sekedar imajinasi.
Aku membayangkan bahwa dirimu kini sudah menemukan seorang wanita yang kupikir tentu lebih jauh baik dariku. Tak bisa kubayangkan betapa bahagianya wanita itu memiliki sesosok pria seperti dirimu.
Tak apa kau dengan yang lain , asalkan kau tidak memberikan rasa nyaman yang pernah kau berikan padaku dulu saat kau memelukku. Aku tak ingin ada yang bisa merasakannya selain aku . memang itu terkesan egois , tapi begitulah kenyataannya . hingga kini aku tak pernah bisa menerima kehadiran sosok lain dalam hidupmu yang akan menggantikan posisiku sebelumnya.
Aku pernah bilang kan , aku itu egois . panggil aku egois , terutama tentang dirimu yang tentunya tak pernah ingin aku bagi dengan orang lain.
Tapi jika saat ini memang kita tak bisa bersama , tak apa. Semoga Tuhan mengabulkan doa ku dulu saat kita masih bersama , aku meminta agar kita selalu dipersatukan dan hanya maut lah yang dapat memisahkannya.
Ketahuilah , bahwa aku selalu merasa tidak ada apa apa nya jika hidupku tanpa dirimu. Karena dirimu yang mengajarkan ku arti hidup yang sebenarnya.
Bahwa aku.. takan pernah menyerah demi cinta, hatiku , dan kamu . yang dapat kulakukan saat ini hanyalah menepis segenap rindu saat dalam murung. Biarlah nanti kan kutemui jawabannya. Apakah kita akan berpegangan tangan berdua menatap masa depan atau mungkin aku yang harus melihatmu berpegangan dengannya.
Hanya orang frustasi yang mengatakan bahwa cinta itu tak harus memiliki.tentunya hanya untuk menghibur dirinya yang tak bisa saling memiliki.

Komentar