Angin Sejuk Yang Tak Bisa Kupeluk.



Saat ini, aku sedang tak ingin menangis. Pinjami saja aku kata kata yang bisa menggantikan tangisanku, karena kupikir beribu liter air mataku pun tidak akan pernah menggungah hatimu untuk sedikit menoleh kepadaku. Aku sangat taka da artinya lagi bagimu. Aku bagai seonggok pakaian kotor yang kamu lempar setelah tidak diperlukan lagi dan digunakan saat kamu butuh dan ingin saja. Seperti itu kah aku dimatamu ?

Di dunia ini sangat banyak cara untuk bahagia, satu satunya cara yang tak pernah kubisa adalah melupakanmu. Penolakanmupun sudah kuanggap biasa, tapi saat ini, titik puncak kesabaranku terhadapmu. Kamu begitu haus untuk dikejar wanita, sehingga kamu lupa memikirkan perasaan wanita.

Aku adalah selembar daun yang bertahan memeluk dahan saat musim gugur, bahkan saat penolakan dan kebencian yang kamu berikan. Aku akan menjadi satu satunya wanita yang mencintaimu jika kamu meminta. Aku tidak tau mengapa Tuhan tetap saja menumbuhkan rasa ini padahal Dia tau kamu telah membenciku. Tapi kamu bisa apa kalau Tuhan membalikkan itu semua ?.

Rasa sakit, dia adalah kawanku, yang merawatku dari cinta yang sakit ini. Ia berkata padaku untuk bersabar dalam cinta, karena disetiap sakit akan ada ujung yang bahagia. Sepertinya rasa sakit membiarkan aku untuk belajar menjadi wanita yang kuat, agar terbiasa dengan kesakitan-kesakitan lainnya.

Didalam benakku, aku benci selalu menemukan bayanganmu yang seolah olah menghantuiku, padahal saat itu aku sedang belajar melupakanmu. Aku lelah menjadi wanita yang puitis, aku lelah saat kamu tak mengerti arti dari bait bait puisi yang aku buat untukmu. Aku penyuka hal romantis, sedangkan kamu tidak.

Jika kamu bertanya seberapa besar cintaku untukmu sampai aku rela terus menerus disakiti olehmu, jawabannya adalah sebesar cintamu dulu saat kamu bilang “Jangan tinggalin aku, karena aku udah nemuin cinta sejatiku, kamu masa depan ku”. Ya, sebesar cintamu saat itu, saat kebencian belum menghitamkan hatimu yang merah.

Apakah sekarang kebencian telah menguasai hatimu ?. Kamu pernah bilang kalau Tuhan itu menciptakan manusia tidak ada yang sempurna. Aku manusia, kamu juga manusia. Aku punya banyak salah dan kekurangan, kamu pun sama begitu. Aku memaafkan semua kesalahan yang pernah kamu perbuat dan pasti Tuhanpun memaafkanmu. Masihkah kamu menyimpan kebencian dan enggan memaafkanku ?.

Mungkin Tuhan sudah terlalu bosan setiap lima waktu dalam sehari Dia selalu mendengar namamu dalam doaku. Aku akan terus menyertakan namamu dalam doaku selama Tuhan masih membiarkan perasaan ini tumbuh dalam hatiku, dan aku akan berhenti setelah Tuhan mencabut perasaan ini. Tuhan itu tau yang terbaik, makannya Tuhan masih mengijinkan kamu yang ada di hatiku. Suatu saat pasti kamu berubah kan :’).

Saat ini tak banyak hal yang dapat aku lakukan lagi untukmu, karena aku tau kamu begitu membenciku. Entahlah mungkin kebaikanku juga akan kamu benci. Sekarang, aku akan menyebutmu angin sejuk yang tak bisa kupeluk.

NK

Komentar